Di era digital yang semakin maju, kejahatan siber juga semakin berkembang. Salah satu bentuk kejahatan siber yang paling umum dan merugikan adalah phishing. Phishing adalah upaya penipuan yang dilakukan oleh pelaku kejahatan siber untuk mencuri informasi sensitif seperti kata sandi, nomor kartu kredit, atau data pribadi lainnya dengan cara menyamar sebagai entitas atau pihak yang terpercaya.

Apa Itu Phishing?
Phishing biasanya dilakukan melalui email, pesan teks, atau situs web palsu yang dirancang sedemikian rupa sehingga terlihat seperti berasal dari sumber yang sah. Misalnya, Anda mungkin menerima email yang seolah-olah berasal dari bank Anda, meminta Anda untuk mengklik tautan dan memasukkan informasi login Anda. Padahal, tautan tersebut mengarah ke situs web palsu yang dirancang untuk mencuri data Anda.

Beberapa ciri umum dari serangan phishing antara lain:

Phishing Menjelang Momen Spesial seperti Lebaran
Menjelang momen spesial seperti Lebaran, aktivitas digital biasanya meningkat pesat. Banyak orang yang mulai memesan tiket transportasi, membooking hotel, atau melakukan transaksi online lainnya untuk persiapan mudik atau liburan. Namun, hati-hati—momen seperti ini sering dimanfaatkan oleh pelaku phishing untuk menjalankan aksinya.

Pelaku phishing tahu bahwa pada masa-masa seperti ini, orang cenderung lebih sering melakukan transaksi online dan mungkin kurang waspada karena sibuk dengan persiapan Lebaran. Mereka mungkin mengirim email atau pesan yang seolah-olah berasal dari layanan transportasi, hotel, atau e-commerce, meminta Anda untuk mengklik tautan atau memberikan informasi pribadi. Misalnya, Anda mungkin menerima email yang mengklaim bahwa pemesanan tiket Anda bermasalah dan meminta Anda untuk mengklik tautan untuk “memperbaikinya”.

Tips untuk Menjaga Keamanan Data
Untuk melindungi diri dari serangan phishing, terutama menjelang momen-momen sibuk seperti Lebaran, berikut adalah beberapa tips yang bisa Anda terapkan:

Sumber Image: freepik.com